tajamati

A topnotch WordPress.com site

Category: Nommo

Malam Ini Gerhana Bulan

Kamis Subuh, dimana gerhana bulan terlama diprediksikan akan berlangsung dan dapat dinikmati di hampir seluruh wilayah Indonesia. Gerhana bulan yang mengakibatkan air pasang naik lebih tinggi dari biasanya. Rinduku pada bulan, cahayanya remang menyejukkan. Ada yang bilang, rembulan adalah media kerinduan kepada baginda Rasul sebab kekuatannya pernah membelah bulan. Tataplah bulan saat bersinar di ufuk, rasakan kehadirannya.

Malam ini gerhana bulan, terang dan gelap hanya sesaat setelah itu cahayanya menyelimuti malam mengajak tuk merenungi kehidupan.

Advertisements

Salamku pada FB, Plurk, Koprol dan FS!

Hehe… terlalu begitu banyak jejaring sosial saat ini. Aku memburunya satu-satu di awal kemunculannya. Mendaftar jadi anggota dan mulai eksis secara perlahan. Mulai dari Friendster, Facebook, Plurk dan terakhir Koprol. Masih ada lagi beberapa jejaring sosial seperti MySpace dan lain-lain dengan keunggulannya masing-masing.

Namun, adanya jejaring sosial ini membuatku semakin jauh bahkan hampir tak bisa mengenal diriku sendiri. Bahkan aku punya beberapa nama, Fajar Kun Matallo di akun FB, KopralKuraKura di Koprol, RTM01 di Plurk dan Fajar-Fajar di Friendster.

Hah, siapa mereka itu? sebenarnya saya tak terlalu rajin mengisi status. Setelah sekian lama situs-situs itu mengajarkan aku hanya sebagai tukang intip status orang. Lucu-lucu juga sih ada-ada saja status-status. Kadang juga aku membuatnya. Pernah sih buat status yang tampak menggambarkan aku sebagai seorang yang peka terhadap orang lain, punya ilmu tinggi (pake bahasa ilmiah yang sulit, yang kalo ditanyakan kembali mungkin aku perlu baca buku lagi untuk menjelaskannya) hehe…

Terlalu mudah untuk menulis status. Terlalu gampang saudara saudari…!!! hehe aku sedang belajar menulis. Menulis status tidak mengajarkan aku apa-apa. Seperti menulis di atas air. Sebab aku kadang tidak paham dengan apa yang kutulis. Jika menulis (kata teman sebelah) hanya untuk jadi penulis bukan menulis karena kehidupan yang coba dimaknai, kehidupan yang diabadikan. Maka tinggalkanlah, ya kawan-kawan pembaca. olehnya itu saat ini saya nyatakan keluar dari jejaring sosial di internet. kecuali blog ini brader! :p

Karbala

Seperti hari  ketika duka menghampiri engkau

Menyaksikan darahmu mengalir

Saat beribu penyesalan tumbuh di hati

Karbala, perang itu tak pernah usai

Salam dan Salawat untukmu ya Rasul

 

 

 

Pesan Somba Opu yang Tak Terbaca

Salah satu situs sejarah di Sulawesi Selatan, Benteng Somba Opu, akan dibuatkan taman hiburan jenis Water Boom di dalam kompleksnya. Pembangunan sedang dilakukan saat ini. Kabar dari seorang teman mengatakan ini kebijakan pemerintah yang selanjutnya diserahkan ke swasta pengelolaannya.

Apa yang bisa kita maknai dari sebuah situs sejarah. Generasi hari ini apakah memang harus putus dari sebuah masa lalu. Apakah pemimpin sekarang tak ingin merindukan kisah-kisah nenek moyang mereka. Situs sejarah adalah media bagi kita yang hidup saat ini. Sebuah pesan yang ingin dikabarkan nenek moyang kepada cucu-cucunya.

Bagaimana kita akan menjaga sebuah hikmah jika kita tak pedulikannya. Benteng Somba Opu menjadi pesan kebijakan dari mereka yang telah merasai kehidupan lebih dulu. Dengarlah bagaimana patriot rakyat dan rajanya melawan penjajah yang memaksakan kehendaknya di bumi kita. sekarang di tempat itu pemimpin kita ingin membuat seluncuran air, yang kabarnya juga warisan kapitalis itu.

Apakah kita begitu angkuh dengan nilai-nilai yang menyejarah. Ataukah pemimpin kita tak bisa membaca pesan-pesan itu. Jika tak bisa, serahkan saja kuasa untuk mereka yang bisa memaknai sejarah.

Untuk mereka yang beraksi menentang, semangat!

Apa yang kan dikatakan Paulo padaku?

Malam ini aku kan mendatanginya, mencoba berbicara dari hati ke hati. Paulo pasti tahu tentang keadaanku, dia adalah teman yang baik. Penuh perhatian mendengarkanku dan mengkritikku dengan bijak.

Aku duduk menanti Lalu dikatakanya…”aku tak bisa memberitahu jawaban atas pertanyaanmu anak muda!” aku kaget, mungkinkah dia guru yang paling bijak tak bisa memecahkan teka-teki hidup.

Kebimbangan dan ketakutan menyergapku seolah aku adalah mangsa yang paling diburu. Aku terdiam, tapi Paulo dapat menangkap bingung dalam sinar mataku “tatap aku anak muda, berjalanlah ke Utara lalu mintalah restu atas penguasa jiwa ragamu kemudian berlayarlah ke Tenggara dan mulailah petualanganmu…rasakan angin Barat yang sejuk dan eksotisme di Timur”

Paulo sedang tidak mempermainkanku itu adalah saran dan aku akan mencari jawabannya sendiri. Sungguh nikmat hidup bisa berkawan, “permisi guru Paulo!”

Ramadhan dan Masuk Kampus lagi

Benar apa yang orang-orang katakan tentang Ramadhan, Ramadhan seperti ruang kerinduan. Mempertemukan jiwa-jiwa yang sekian lama berkelana entah kemana. Menyatukan mereka yang sempat terpisah, mencoba mengulang memori indah, meranjutnya menjadi silaturahmi.

Sedangkan kampus adalah tempat kawan-kawanku berada juga cintaku.

Apa yang akan dilakukan seorang pengangguran, seperti saya, di saat ramadhan? …, saya hanya menyarankan kepadamu untuk menemui mereka yang menjadi kawanmu, mereka yang tak pernah kau sadari pernah melakukan sesuatu, mejadikanmu menjadi manusia Ganteng/Cantik seperti saat ini. Ramadhan datang, Izinkanlah aku tuk belajar mengucapkan terima kasih. Berkali-kali.