Lagi dan semoga tak bosan

by tajamati

Saya ingin jadi penulis, itu cita-cita lama, mungkin juga mulai usang. Masih teringat jelas, saat itu saya berhasil membuat seisi kelas di sekolah menengah pertama terpingkal-pingkal oleh puisi lucu karangan sendiri. Setelah baris terakhir puisi dadakan itu, Saya terdiam sesaat mengarkan suara tawa menggema di ruang kelas. Saya sangat menikmati Dan hari itu saya ingin menuliskan banyak khayalan-khayalanku, membuat orang-orang bahagia.
Saya menyukai sastra, mengejar jiwa seni menulis hingga bangku kuliah. Tapi, lajur hidup tak selamanya lurus, hal kecil bisa saja dan bahkan telah mengubah hidup. Saya lulus di jurusan Komunikasi yang kukira bagian fakultas sastra. Itu adalah sospol, sosial politik… yang tak pernah ada dalam daftar cita-citaku.
Berada pada jalur asing membuatku seperti berjalan dalam gelap. Saya bukanlah pria yang cepat beradaptasi. Butuh waktu lama untuk menikmati jalan hidup yang untuk sekian lama kuanggap sebagai lorong kecil.
Bagai kuldesak, hari hari saya seperti orang kebingungan. Dan beberapa saat kutularkan pada orang-orang di sekitarku. Mungkin, kebingungan pada diri sendiri berada di wilayah tergelap yang saya sendiri dan orang lain tak tahu. Tersembunyi dan menjadi racun yang menyebar diam-diam. Ataukah hanya aku yang tak tahu.
Saya pernah punya kekasih dan saya ingin minta maaf padanya karena sempat bersentuhan dengan kebingungan yang kumiliki. Sekarang dia telah pergi dan semoga menemukan jalan lurus kembali.
Saya masih ingat, saya membuat puisi lain saat di sekolah menengah pertama. Sebuah puisi romantis, kurasa itu tak cocok untuk sekolah menengah pertama. Hingga saat kembali dari depan kelas, duduk di bangku pojok kelas. Teman sebangku bertanya padaku kenapa puisi lucu itu yang kau bacakan? Saya tak bisa menjawab apa-apa, kukira itu hanya naluri saja.
Adakah yang bisa disesali dari pilihan-pilihan hidup. Untukku ya, sebab kadang memang ada jalan buntu, jalan berputar-putar, dan segerahlah keluar.
Hari ini saya mau menulis, menulis ingatan, menandai jalan, dan semoga tak bingung lagi.

Advertisements