R (untuk Segen)

Aku telah benar melihat dengan nyata betapa pengecutnya kaum kami
Aku telah rasa sulit untuk menimbang kembali betapa kami berharga
Aku telah melihat kami lari saat harus berdiri
Aku telah menjadi kaum kami

Ada yang mati di tengah kami
itu karena kami tak pernah percaya sebelum melihat
Kami tak percaya angin
Sebab kami selalu menganggap mereka penipu

Puisi untuk Segen (usia belasan) yang terbaring di Pulau Buru yang jauh di sana. Dia tak harusnya mati, jika sifat pecundang tak melekat pada diri kami.

*****