The Rain

by tajamati

Sudah lama hujan tidak turun di kota ini. Sepertinya musim kemarau segera tiba, di sudut-sudut jalan rumput liar mulai menguning. Rerumputan selalu berubah warna saat tak ada lagi air pemasok kehidupan, walaupun ada diantaranya yang dapat bertahan dengan berbagai cara. Berpura-pura me-layu atau menyimpan generasi mereka di dalam tanah.

Aku sendiri takut hujan, namun tetap menyukainya. Bukan soal dingin yang dibawanya atau sebuah penjara tercipta dari tetesan panjangnya. Namun hujan telah mengasingkan diriku dari kehidupan, dari seseorang yang disebut kekasih.

Hujan di awal Januari 2010

Awal Januari 2010, saat datang pesan darinya. Saat itu pula hujan turun deras, menciptakan kerangkeng besar untukku. Apa yang kan kulakukan dengan sebuah pesan perpisahan dari sang kekasih. Hujan mungkin ingin menghiburku, ku dengar hujan berkata “dengarlah musik melantun dari atap-atap rumah yang kudatangi, aku tak tahu dengan orang-orang yang menghindariku, tapi aku akan menyanyikan lagu yang sama”

Nyanyian hujan ketika berhenti meninggalkan sebuah pesan perpisahan. Apa yang kau rasakan ketika hujan reda, kosong… dan kau berharap dia datang lagi. Inilah ingatan tentang hujan bagiku.

Advertisements