Sakit Leher, leherku sakit

by tajamati

Sudah kubilang leherku akan sakit tapi selalu saja aku menahannya, membatahnya sendiri bahwa itu takkan terjadi. Hehe, kadangkala jika terjadi gejala sakit pada diri kita biasanya obat yang paling mujarab adalah membiarkan itu semua baik-baik saja. Dan memang sih dengan pengalihan, maka kita akan melupakan bahwa kita akan sakit.

Tapi akhirnya saya menyerah juga. Rabu, 1 Juni 2011, saat mentari mulai menyodorkan sinarnya ke kamarku, saya terbangun dengan tidak tenang,hehe semalam mimpi buruk. Rasa terkejut yang terjadi mengakibatkan leherku sepertinya salah urat, tak bisa digerakkan ke samping kiri.

Kumulailah pengobatan tradisional campur trik psikilogi, menganggap bahwa tak ada yang sakit di tubuh ini. hahaha…trik ini lumayan manjur untuk beberapa saat tapi tidak untuk saat tertentu.

Esoknya, walaupun hari libur, saya tetap masuk kantor. Semuanya masih baik-baik saja ketika sampai Pak Boss berdiri di sampingku, menugaskan membuka emailnya. Saya tidak mendengar dengan baik perintahnya, karena leher agak susah digerakkan, kaku, walhasil Boss menganggap ini Patotoai, tak memperhatikan dia bicara.

Otomatis hari ini adalah hari mendengarkan ceramah, untuk hari libur yang damai, Sakit Leher yang semakin menjadi karena serba salah. Goyang kanan-goyang kiri keseleo ndak sembuh-sembuh.

Pesan Moralnya, Anggap bos mu tidak ada. Lehermu pasti baik-baik saja.

Advertisements