Mata Rango* dan Kegelapan

by tajamati

Mata Rango menatap tajam ke arah ruag gelap itu. Ada apakah di sana? Kegelapan itu pernah akrab dengannya bahkan menjadi bagian dari jiwa dan harapanya. Namun kini kegelapan membuatnya tak melihat apa-apa, kosong. Kegelapan selalu memiliki misteri dan saat ini Rango tak dapat memecahkannya.

Rango bertanya pada dirinya sendiri, siapakah aku? Peradaban telah membawa Rango tak tahu dari mana dia berasal dan akan kemanakah tujuan hidupnya. Rango menyukai Facebook sebab dia dapat bertemu dengan orang-orang yang mengantarkan ke masa lalu dan kenangannya. Hanya semburat kata-kata di jaringan sosial itu yang dapat menemaninya belajar tentang diri dan kehidupannya. Tetapi tak dapat memuaskan hatinya sebab tak ada jawaban abadi di sana. Orang-orang yang ditemuinya hanya sibuk bermain kata-kata.

Suatu hari Rango menatap cermin, mencoba mengenali setiap lekuk wajahnya. Tak ada apa disana, hanya beberapa noda yang sulit tuk dihilangkan hanya dengan sabun Lux. Rango tetap tak bisa ingat siapa dirinya. Inilah kegelapan yang sedang dihadapinya. Bagi Rango persoalan terbesar di dunia adalah menentukan siapa diri kita.

Rango memutuskan untuk berakrab ria dengan kegelapan itu, mungkin saja kegelapan itu adalah dirinya sendiri. Rango merasakan dirinya ketika tak dapat melihat apa-apa, namun samar-samar dia mulai merasakan keberadaannya. Merasakan bahwa ada sesuatu di dalam kegelapan itu, sesuatu dan bergerak, bernafas, berkata dan menalar bahwa kegelapan adalah sebuah terang ketika dia mulai menikmati setiap inci nafas kehidupan.

*meminjam nama Rango di film berjudul ‘Rango’

Advertisements