Di Jalan Gelap Itu Ada Orang Baik Menolongmu

by tajamati

Jalan kampus antara rumah sakit Wahidin Sudirohusodo dengan fakultas sastra Unhas lumayan gelap. Pukul 8 malam keadaan makin sunyi, lampu jalan sudah lama mati. Jalanan itu hanya mengandalkan gradasi cahaya dari rumah sakit. Bayangan pohon bagi penakut akan menambah seramnya jalan yang entah apa namanya itu.

Tapi buatku di jalan ini aku mengenal orang-orang baik. Menariknya mereka setidaknya dalam beberapa waktu terakhir tak kukenal dengan baik. Satu anak muda, berumur kira-kira 15 tahun, kedua seorang Satpam kampus berumur kira-kira 38 tahun. Anak muda namanya Anto tinggal di jalan Sahabat (kampung pinggiran kampus) hehe menurutku dia terlalu mudah untuk menolong orang.

Malam itu ketika pulang dari Ramsis menuju pondokan, dijalan itu tiba-tiba motorku mogok. Maklum indikator bensinnya rusak jadi tak tau kapan bensin akan habis. Anto muncul pada saat yang tepat, ditawarkannya jasa ‘Tonda’ mendorong motor pake motor, tentu alat dorongnya adalah kaki Anto yang masih belia itu. Anak muda seperti Anto hah… dalam pikiranku akan cuek saja. Berlalu begitu saja, di jalan bahkan ada yang ingin menjadi raja sengol sana senggol sini. Tapi dia singgah mendorong motorku sampe ke pompa bensin terdekat.

Kedua, barusan saja, saat saya dari rumah sakit menuju gedung PKP. Kali ini aku berjalan kaki, motor yang sering kupakai mogok jadi kutinggal saja di pondokan. Jalanan masih sepi seperti biasa, satu dua kendaraan melewatiku. Tak jauh kumelangkah, tiba-tiba sekali lagi seorang pengendara menghampiriku dan menanyakan kemana tujuanku. Tadinya sih saya menolak karena jarak tempuh ku lumayan dekat. Tapi dia punya alasan yang tak bisa kutolak. Dia bilang tujuanku sama dengan dia. Mau apa lagi segera saya membonceng di atas motornya dan melaju menembus malam bersamanya…hhehehe

Bapak ini adalah Satpam kampus. Terus terang beberapa waktu belakangan ini saya tidak senang dengan mereka. Seorang teman dekat baru saja bermasalah dengan kesatuan pengamanan kampus. Ya pokoknya mereka laiknya preman dari pada petugas keamanan ketika berurusan dengan teman saya waktu itu. Namun, malam ini sikap itu tak muncul pada Satpam yang tak sempat kutanyakan namanya itu.

Di jalan itu, saya melihat sisi lain dari orang-orang yang selama ini kuanggap tak solider. Ataukah hanya di jalan ini mereka dapat berbuat baik. Entahlah, berdoalah pada Tuhan semoga kita bisa terus berbuat baik.

Advertisements