tajamati

A topnotch WordPress.com site

Month: January, 2011

Di Jalan Gelap Itu Ada Orang Baik Menolongmu

Jalan kampus antara rumah sakit Wahidin Sudirohusodo dengan fakultas sastra Unhas lumayan gelap. Pukul 8 malam keadaan makin sunyi, lampu jalan sudah lama mati. Jalanan itu hanya mengandalkan gradasi cahaya dari rumah sakit. Bayangan pohon bagi penakut akan menambah seramnya jalan yang entah apa namanya itu.

Tapi buatku di jalan ini aku mengenal orang-orang baik. Menariknya mereka setidaknya dalam beberapa waktu terakhir tak kukenal dengan baik. Satu anak muda, berumur kira-kira 15 tahun, kedua seorang Satpam kampus berumur kira-kira 38 tahun. Anak muda namanya Anto tinggal di jalan Sahabat (kampung pinggiran kampus) hehe menurutku dia terlalu mudah untuk menolong orang.

Malam itu ketika pulang dari Ramsis menuju pondokan, dijalan itu tiba-tiba motorku mogok. Maklum indikator bensinnya rusak jadi tak tau kapan bensin akan habis. Anto muncul pada saat yang tepat, ditawarkannya jasa ‘Tonda’ mendorong motor pake motor, tentu alat dorongnya adalah kaki Anto yang masih belia itu. Anak muda seperti Anto hah… dalam pikiranku akan cuek saja. Berlalu begitu saja, di jalan bahkan ada yang ingin menjadi raja sengol sana senggol sini. Tapi dia singgah mendorong motorku sampe ke pompa bensin terdekat.

Kedua, barusan saja, saat saya dari rumah sakit menuju gedung PKP. Kali ini aku berjalan kaki, motor yang sering kupakai mogok jadi kutinggal saja di pondokan. Jalanan masih sepi seperti biasa, satu dua kendaraan melewatiku. Tak jauh kumelangkah, tiba-tiba sekali lagi seorang pengendara menghampiriku dan menanyakan kemana tujuanku. Tadinya sih saya menolak karena jarak tempuh ku lumayan dekat. Tapi dia punya alasan yang tak bisa kutolak. Dia bilang tujuanku sama dengan dia. Mau apa lagi segera saya membonceng di atas motornya dan melaju menembus malam bersamanya…hhehehe

Bapak ini adalah Satpam kampus. Terus terang beberapa waktu belakangan ini saya tidak senang dengan mereka. Seorang teman dekat baru saja bermasalah dengan kesatuan pengamanan kampus. Ya pokoknya mereka laiknya preman dari pada petugas keamanan ketika berurusan dengan teman saya waktu itu. Namun, malam ini sikap itu tak muncul pada Satpam yang tak sempat kutanyakan namanya itu.

Di jalan itu, saya melihat sisi lain dari orang-orang yang selama ini kuanggap tak solider. Ataukah hanya di jalan ini mereka dapat berbuat baik. Entahlah, berdoalah pada Tuhan semoga kita bisa terus berbuat baik.

Advertisements

Salamku pada FB, Plurk, Koprol dan FS!

Hehe… terlalu begitu banyak jejaring sosial saat ini. Aku memburunya satu-satu di awal kemunculannya. Mendaftar jadi anggota dan mulai eksis secara perlahan. Mulai dari Friendster, Facebook, Plurk dan terakhir Koprol. Masih ada lagi beberapa jejaring sosial seperti MySpace dan lain-lain dengan keunggulannya masing-masing.

Namun, adanya jejaring sosial ini membuatku semakin jauh bahkan hampir tak bisa mengenal diriku sendiri. Bahkan aku punya beberapa nama, Fajar Kun Matallo di akun FB, KopralKuraKura di Koprol, RTM01 di Plurk dan Fajar-Fajar di Friendster.

Hah, siapa mereka itu? sebenarnya saya tak terlalu rajin mengisi status. Setelah sekian lama situs-situs itu mengajarkan aku hanya sebagai tukang intip status orang. Lucu-lucu juga sih ada-ada saja status-status. Kadang juga aku membuatnya. Pernah sih buat status yang tampak menggambarkan aku sebagai seorang yang peka terhadap orang lain, punya ilmu tinggi (pake bahasa ilmiah yang sulit, yang kalo ditanyakan kembali mungkin aku perlu baca buku lagi untuk menjelaskannya) hehe…

Terlalu mudah untuk menulis status. Terlalu gampang saudara saudari…!!! hehe aku sedang belajar menulis. Menulis status tidak mengajarkan aku apa-apa. Seperti menulis di atas air. Sebab aku kadang tidak paham dengan apa yang kutulis. Jika menulis (kata teman sebelah) hanya untuk jadi penulis bukan menulis karena kehidupan yang coba dimaknai, kehidupan yang diabadikan. Maka tinggalkanlah, ya kawan-kawan pembaca. olehnya itu saat ini saya nyatakan keluar dari jejaring sosial di internet. kecuali blog ini brader! :p

Hijrah

Ketika segalanya tak dapat membuatmu hidup baik, segeralah hijrah! carilah tempat dimana engkau dapat menikmati segala potensi kemanusianmu.

Kata hijrah kembali menguak di telingaku, seorang kakak kemarin sore menawarkan kerjaan di daerah yang cukup jauh dari Makassar, tempat tinggalku sekarang ini. Hijrah pernah dilakukan keluarga besarku, nenek, paman, bibi dan anak-anaknya bahkan adikku perempuan satu-satunya meninggalkan kampung halaman di Luwu Utara menuju Gorontalo. Mereka kini telah merasakan kehidupan yang lebih baik.

Pikiran kakak itu mungkin hampir sama dengan apa yang dilakukan keluargaku. Ada yang tak beres dengan kehidupanku sekarang. Entah apa alasan yang cocok, tapi tampaknya dia melihatku sebagai anak muda yang tak jelas juntrungannya. Saya tak bisa marah dengan nasehat itu, kadang memang kupikir kehidupanku memang sulit. Ya kurasa saya bisa mengambil langkah itu saat ini.

Doa

Di tempat yang sepi ini, aku ingin memohon…

Lepaskan aku,
Terlalu banyak yg aku tak ketahui,
Sedangkan engkau menanamkan pada diriku beribu penasaran
Engkau yang Maha Tahu
Lepaskan aku
Engkau-lah yang mempermudah jalan
Jalan yang mulai sempit kurasakan